Thursday, February 20, 2014

Jalang!

Jalang jelang jalang
Jalang!
Jalanglah setiap sudut dan simpang
Memanggul hasrat karung mu tiara
dan kardus-kardus mahkota
Melirik, menguntit, mengundang
dan senyum menghina menghiba
ambillah walau tak seberapa
Kukemis riangmu dalam pesta
lima menit saja
Jalang kugadang ringismu menghadang
Jadilah rajaku, hai pa duka
Lima menit saja
Mohon datang! datang!
Restu! Restu!
Jalanglah hiasan tembok dan tiang
Pelan sekali menyapa, hai nestapa
Mari sama-sama
kita warnai butir-butir noda
Pemilu lima lima
Lima menit, berpesta
Lima tahun, terluka
Jalang jelang jalang
Jalang berulang dan berulang
bersama caci dan sesal
..terbiasa


Ciputat, 21 Februari 2014

Monday, October 31, 2011

Sss.. su.. su..mpah.. Pe..pem..u.. da.. Aaa

Ssss...
S..u.. su..
Su.. su.. m..
Su.. su.. mpah.. pah..
Su.. sum.. pa.. pa.. ah..
Sum.. sum.. pa.. pah..
P..e.. pe. m..u.. mu. d..a.. da.
Pe.. pe.. mu.. mud.. a..
Pe.. pem.. U.. UD..a. da..
Pem.. pem.. U.. U.. da.. da..
Pe..mu..mud..a.da..
Pemu... mu.. d.. A. D.. a.. da..
Mu.. mud.. a. da..
Pemu.. da.. da..
Da.. da..
Aaaa...

Pamulang, 28 Oktober 2011

Wednesday, March 02, 2011

Cancut Murah

Sudah kubilang cancutku sepuluh ribu tiga
Berkali-kali kuulangi sepanjang hari
Kok terus saja Tuan bertanya
Masih bisakah turun harga?
Menelisik modal pula
Apakah Tuan ingin membeli?
      Atau.. sebenarnya 
      Tuan berencana buka usaha?
      Kalau begitu,
      Coba tanyakan langsung kepada menteri
      Jawabannya pasti
      Ada SK dan instruksi, hingga inspeksi
Hmmm..
Jangan-jangan..
Tuan juga ingin tahu berapa harga lapak
Uang parkir, uang keamanan
Restribusi dan uang preman
Dan entah apa lagi yang Tuan hendak tanyakan?

Cancutku sepuluh ribu tiga
Bebas pilah-pilih warna
Mau yang polos maupun belang
Pakai renda atau motif bendera
Semua ada..
Kalau malu memungut, tinggal bilang
Toh..!

Hampir semuanya barang baru
Kecuali sebagian..
Mungkin ada barang bekas
Tapi tetap berkualitas
Jaminan mutu!
Takperlu malu buat bingkisan

Prioritas pun produk dalam negri, tentu!
Kecuali sebagian..
Mungkin ada barang impor Tuan temukan
Pun semata-mata kebetulan..
Barang jatuh dari jemuran

Cancutku murah kan, Tuan?
Hanya dengan tiga puluh ribu
Sudah cukup untuk seminggu
Setiap hari berganti satu
Sekalipun nanti ada yang hilang
Karena si 'piktor' lagi 'syaraf'
Masih ada dua serap

Cancutku sepuluh ribu tiga
Awalnya, hanya sekardus.. sekarung goni
Kubawa keliling sepanjang hari
Tahukah Tuan?
Kini, cancutku resmi telah menjadi
pembuka lapangan kerja

Cancutku sepuluh ribu tiga
Kuhampar di lapak seharga berjuta-juta
Tapi kupilih yang lebih sempit, hemat biaya
untuk mengatasi kekurangan ruang
Banyak cancut kugantung rapi
Bertingkat-tingkat..
Saling silang tali-temali
Warna-warni..
Takkalah semarak dengan bendera
Pada saat dirgahayu RI

Hmmm..
Pikir coba dipikir..
Mengertikah Tuan?
Cancutkulah pengentas kemiskinan
Mestinya, bisa masuk proyek pengadaan
Apakah mau bekerja sama?
Tuan dapat ambil peran
pengajuan proposal dan daftar lelang

Soal pajak? Pasti lebih gampang
Bukankah urusan sudah dipermudah
Di bawah satu atap..
Di depan satu meja..

...........
...........
...........


Pamulang, 28 Februari 2011

Tuesday, January 04, 2011

Rajamu

Anak kecil berbaju compang-camping
menyebrangi sungai di titian bambu
pada saat menjelang senja itu
mengejarmu........

Anak nakal yang terjatuh
merintih sakit tapi malu menangis
meraih tangan mungilmu itu
saat mengejarmu
Terhuyung-huyung kau dorong
lalu menghilang di kegelapan malam
menatap dari balik ilalang hitam
menggodamu

Anak kecil yang datang menghiba
lalu beringsut duduk dipelataran
berjongkok meraih sehelai sutra
kelembutan tanganmu
dengan resapan kasih
di keremangan itu

Terayun-ayun dibawa angin
dikejar asa yang kosong dan hampa
lalu duduk bernaung kelelahan
dibawah pohon jambu
anak kecil itu
tak ingatkah kau..?
yang terusir.. menangis dibalik pintu yang dibanting
lalu duduk mengintip rembulan
termangu dengan tetesan air mata
di serambi itu
dengan segala kesedihan
dengan compang-camping itu
dengan segala kenangan itu
Anak kecil itu tahukah kau hai ratu
adalah aku........ Rajamu.

Arsip yahoo, 13 Juni 2000 06:04 PM sent

Thursday, November 18, 2010

Kisah Kita

Kisah lima belas tahun yang lalu
Tak terkira mampu kita ulang lagi dalam semalam
Dengan plot yang sedikit berbeda
Kali ini harus kita akui penuh dengan andai
Menimbang rasa dan dosa dalam setiap satu alenia
Masih sedramatis rentetan derita yang berceceran
di jalan-jalan sempit yang terasing
juga lebar luka yang menganga
dan hingga kini belum juga kering..

Tapi,
lapangkanlah hatimu karena di hatiku ada janji
yang kubesut sejak enam tahun lalu
harus berani mengambil langkah
mengalahkan diri sendiri
demi tentramku dan tentrammu
ending kisah dalam rilis ulang semalam ini
harus bisa kita ubah.. semampu jiwa menginginkan kejernihan dan ketulusan
mengadaptasi lakon dalam jatah durasi yang tersisa
Maka, tidak boleh ada yang menyerah
Memasrah diri pada kondisi, sementara waktu terus berjalan
Maka pula,
meski belum juga sanggup terucap,
satu kata itu sudah kupersiapkan untukmu,
bantulah aku..
bukankah pada akhirnya kita lebih baik berdamai dengan diri sendiri
dan masa lalu
bukankah pada akhirnya kita harus berbesar hati
mengukuh harap semua rangkaian kisah itu berakhir damai
dan penuh ketenangan



Jakarta, 19 November 2010

Friday, November 05, 2010

Terserah

Jelmakan aku dalam impianmu,
jelmalah kau dalam impianku
hanya di situlah kita bisa satu
adapun selain itu..
dengan alasan rasa takbisa dipaksa

jadilah kau wanita terburuk terbusuk
memainkan peran dengan senyuman
yang menusuk..
genggaman tanganmu
penuh duri yang menusuk..
menusuk..

jadilah kau apa saja kaumau
aku tidak akan mengutuk
aku tidak akan mengamuk
semua telah berada dalam satu
terserah..

28-10-2010

Thursday, August 19, 2010

Aku Indonesia

     Apa guna sejengkal tanah
     kini semua digenggam durjana
     dan kau tak lagi pinggiran
     semua sirna tersisihkan

          apa guna, kau Indonesia!
          merdeka tak merdeka sama
          jadi negri miskin papa
          terasing di tanah pijakan sendiri
          kecuali durjana

          Mau kau, Indonesia durjana!
          air mengalir penuh comberan
          menjerit pilu minamata
          kabut tebal perihkan mata
          agar bajingan lahap memangsa

          Jadilah kau, Indonesia!
          tumpah darah tumpah
          negeri air mata dan kekerasan.

     gerak sunyi di etalase
     menyisakan deru
     dan sisa-sisa debu
     setelah kau hujamkan kata-kata
     kepadaku

Dengar baik-baik!
Pelupukku Indonesia
rambutku hingga berubah warna, Indonesia
tulang belulangku hingga rontok, Indonesia
daging dan kulitku sampai keriput, Indonesia

Dengar baik-baik,
sekali lagi!
Indonesiaku Indonesia
Pertiwiku pertiwi
meski terbaring koma

Tak kusesal menjadi Republik
bersama pertiwi mengenang darah dan air mata
manusia-manusia merdeka
meski hutan tak lagi hijau
walau sungai mengering lumpur
Aku Indonesia

meski burung tak lagi bernyanyi
di pangkuan rimba, terlahir jiwa
tanah medeka
Aku Indonesia

Tak kusesal menjadi Indonesia
Darahku merah darah pertiwi
jiwaku putih jiwa merdeka
'kan kutebus nyawa seribu nyawa
siapa lancang membuyarkan
mimpi pertiwi
manusia merdeka


Cairo, 9 Agustus 2005