Jalang jelang jalang
Jalang!
Jalanglah setiap sudut dan simpang
Memanggul hasrat karung mu tiara
dan kardus-kardus mahkota
Melirik, menguntit, mengundang
dan senyum menghina menghiba
ambillah walau tak seberapa
Kukemis riangmu dalam pesta
lima menit saja
Jalang kugadang ringismu menghadang
Jadilah rajaku, hai pa duka
Lima menit saja
Mohon datang! datang!
Restu! Restu!
Jalanglah hiasan tembok dan tiang
Pelan sekali menyapa, hai nestapa
Mari sama-sama
kita warnai butir-butir noda
Pemilu lima lima
Lima menit, berpesta
Lima tahun, terluka
Jalang jelang jalang
Jalang berulang dan berulang
bersama caci dan sesal
..terbiasa
Ciputat, 21 Februari 2014
Puisi
Suara hati.. tangisan.. kemarahan.. dan senyum kecut yang tampil dalam kata.
Thursday, February 20, 2014
Monday, October 31, 2011
Sss.. su.. su..mpah.. Pe..pem..u.. da.. Aaa
Ssss...
S..u.. su..
Su.. su.. m..
Su.. su.. mpah.. pah..
Su.. sum.. pa.. pa.. ah..
Sum.. sum.. pa.. pah..
P..e.. pe. m..u.. mu. d..a.. da.
Pe.. pe.. mu.. mud.. a..
Pe.. pem.. U.. UD..a. da..
Pem.. pem.. U.. U.. da.. da..
Pe..mu..mud..a.da..
Pemu... mu.. d.. A. D.. a.. da..
Mu.. mud.. a. da..
Pemu.. da.. da..
Da.. da..
Aaaa...
Pamulang, 28 Oktober 2011
S..u.. su..
Su.. su.. m..
Su.. su.. mpah.. pah..
Su.. sum.. pa.. pa.. ah..
Sum.. sum.. pa.. pah..
P..e.. pe. m..u.. mu. d..a.. da.
Pe.. pe.. mu.. mud.. a..
Pe.. pem.. U.. UD..a. da..
Pem.. pem.. U.. U.. da.. da..
Pe..mu..mud..a.da..
Pemu... mu.. d.. A. D.. a.. da..
Mu.. mud.. a. da..
Pemu.. da.. da..
Da.. da..
Aaaa...
Pamulang, 28 Oktober 2011
Wednesday, March 02, 2011
Cancut Murah
Sudah kubilang cancutku sepuluh ribu tiga
Berkali-kali kuulangi sepanjang hari
Kok terus saja Tuan bertanya
Masih bisakah turun harga?
Menelisik modal pula
Apakah Tuan ingin membeli?
Jangan-jangan..
Tuan juga ingin tahu berapa harga lapak
Uang parkir, uang keamanan
Restribusi dan uang preman
Dan entah apa lagi yang Tuan hendak tanyakan?
Cancutku sepuluh ribu tiga
Bebas pilah-pilih warna
Mau yang polos maupun belang
Pakai renda atau motif bendera
Semua ada..
Kalau malu memungut, tinggal bilang
Toh..!
Hampir semuanya barang baru
Kecuali sebagian..
Mungkin ada barang bekas
Tapi tetap berkualitas
Jaminan mutu!
Takperlu malu buat bingkisan
Prioritas pun produk dalam negri, tentu!
Kecuali sebagian..
Mungkin ada barang impor Tuan temukan
Pun semata-mata kebetulan..
Barang jatuh dari jemuran
Cancutku murah kan, Tuan?
Hanya dengan tiga puluh ribu
Sudah cukup untuk seminggu
Setiap hari berganti satu
Sekalipun nanti ada yang hilang
Karena si 'piktor' lagi 'syaraf'
Masih ada dua serap
Cancutku sepuluh ribu tiga
Awalnya, hanya sekardus.. sekarung goni
Kubawa keliling sepanjang hari
Tahukah Tuan?
Kini, cancutku resmi telah menjadi
pembuka lapangan kerja
Cancutku sepuluh ribu tiga
Kuhampar di lapak seharga berjuta-juta
Tapi kupilih yang lebih sempit, hemat biaya
untuk mengatasi kekurangan ruang
Banyak cancut kugantung rapi
Bertingkat-tingkat..
Saling silang tali-temali
Warna-warni..
Takkalah semarak dengan bendera
Pada saat dirgahayu RI
Hmmm..
Pikir coba dipikir..
Mengertikah Tuan?
Cancutkulah pengentas kemiskinan
Mestinya, bisa masuk proyek pengadaan
Apakah mau bekerja sama?
Tuan dapat ambil peran
pengajuan proposal dan daftar lelang
Soal pajak? Pasti lebih gampang
Bukankah urusan sudah dipermudah
Di bawah satu atap..
Di depan satu meja..
...........
...........
...........
Pamulang, 28 Februari 2011
Berkali-kali kuulangi sepanjang hari
Kok terus saja Tuan bertanya
Masih bisakah turun harga?
Menelisik modal pula
Apakah Tuan ingin membeli?
Atau.. sebenarnya
Tuan berencana buka usaha?
Kalau begitu,
Coba tanyakan langsung kepada menteri
Jawabannya pasti
Ada SK dan instruksi, hingga inspeksi
Hmmm.. Jangan-jangan..
Tuan juga ingin tahu berapa harga lapak
Uang parkir, uang keamanan
Restribusi dan uang preman
Dan entah apa lagi yang Tuan hendak tanyakan?
Cancutku sepuluh ribu tiga
Bebas pilah-pilih warna
Mau yang polos maupun belang
Pakai renda atau motif bendera
Semua ada..
Kalau malu memungut, tinggal bilang
Toh..!
Hampir semuanya barang baru
Kecuali sebagian..
Mungkin ada barang bekas
Tapi tetap berkualitas
Jaminan mutu!
Takperlu malu buat bingkisan
Prioritas pun produk dalam negri, tentu!
Kecuali sebagian..
Mungkin ada barang impor Tuan temukan
Pun semata-mata kebetulan..
Barang jatuh dari jemuran
Cancutku murah kan, Tuan?
Hanya dengan tiga puluh ribu
Sudah cukup untuk seminggu
Setiap hari berganti satu
Sekalipun nanti ada yang hilang
Karena si 'piktor' lagi 'syaraf'
Masih ada dua serap
Cancutku sepuluh ribu tiga
Awalnya, hanya sekardus.. sekarung goni
Kubawa keliling sepanjang hari
Tahukah Tuan?
Kini, cancutku resmi telah menjadi
pembuka lapangan kerja
Cancutku sepuluh ribu tiga
Kuhampar di lapak seharga berjuta-juta
Tapi kupilih yang lebih sempit, hemat biaya
untuk mengatasi kekurangan ruang
Banyak cancut kugantung rapi
Bertingkat-tingkat..
Saling silang tali-temali
Warna-warni..
Takkalah semarak dengan bendera
Pada saat dirgahayu RI
Hmmm..
Pikir coba dipikir..
Mengertikah Tuan?
Cancutkulah pengentas kemiskinan
Mestinya, bisa masuk proyek pengadaan
Apakah mau bekerja sama?
Tuan dapat ambil peran
pengajuan proposal dan daftar lelang
Soal pajak? Pasti lebih gampang
Bukankah urusan sudah dipermudah
Di bawah satu atap..
Di depan satu meja..
...........
...........
...........
Pamulang, 28 Februari 2011
Tuesday, January 04, 2011
Rajamu
Anak kecil berbaju compang-camping
menyebrangi sungai di titian bambu
pada saat menjelang senja itu
mengejarmu........
Anak nakal yang terjatuh
merintih sakit tapi malu menangis
meraih tangan mungilmu itu
saat mengejarmu
Terhuyung-huyung kau dorong
lalu menghilang di kegelapan malam
menatap dari balik ilalang hitam
menggodamu
Anak kecil yang datang menghiba
lalu beringsut duduk dipelataran
berjongkok meraih sehelai sutra
kelembutan tanganmu
dengan resapan kasih
di keremangan itu
Terayun-ayun dibawa angin
dikejar asa yang kosong dan hampa
lalu duduk bernaung kelelahan
dibawah pohon jambu
anak kecil itu
tak ingatkah kau..?
yang terusir.. menangis dibalik pintu yang dibanting
lalu duduk mengintip rembulan
termangu dengan tetesan air mata
di serambi itu
dengan segala kesedihan
dengan compang-camping itu
dengan segala kenangan itu
Anak kecil itu tahukah kau hai ratu
adalah aku........ Rajamu.
Arsip yahoo, 13 Juni 2000 06:04 PM sent
menyebrangi sungai di titian bambu
pada saat menjelang senja itu
mengejarmu........
Anak nakal yang terjatuh
merintih sakit tapi malu menangis
meraih tangan mungilmu itu
saat mengejarmu
Terhuyung-huyung kau dorong
lalu menghilang di kegelapan malam
menatap dari balik ilalang hitam
menggodamu
Anak kecil yang datang menghiba
lalu beringsut duduk dipelataran
berjongkok meraih sehelai sutra
kelembutan tanganmu
dengan resapan kasih
di keremangan itu
Terayun-ayun dibawa angin
dikejar asa yang kosong dan hampa
lalu duduk bernaung kelelahan
dibawah pohon jambu
anak kecil itu
tak ingatkah kau..?
yang terusir.. menangis dibalik pintu yang dibanting
lalu duduk mengintip rembulan
termangu dengan tetesan air mata
di serambi itu
dengan segala kesedihan
dengan compang-camping itu
dengan segala kenangan itu
Anak kecil itu tahukah kau hai ratu
adalah aku........ Rajamu.
Arsip yahoo, 13 Juni 2000 06:04 PM sent
Thursday, November 18, 2010
Kisah Kita
Kisah lima belas tahun yang lalu
Tak terkira mampu kita ulang lagi dalam semalam
Dengan plot yang sedikit berbeda
Kali ini harus kita akui penuh dengan andai
Menimbang rasa dan dosa dalam setiap satu alenia
Masih sedramatis rentetan derita yang berceceran
di jalan-jalan sempit yang terasing
juga lebar luka yang menganga
dan hingga kini belum juga kering..
Tapi,
lapangkanlah hatimu karena di hatiku ada janji
yang kubesut sejak enam tahun lalu
harus berani mengambil langkah
mengalahkan diri sendiri
demi tentramku dan tentrammu
ending kisah dalam rilis ulang semalam ini
harus bisa kita ubah.. semampu jiwa menginginkan kejernihan dan ketulusan
mengadaptasi lakon dalam jatah durasi yang tersisa
Maka, tidak boleh ada yang menyerah
Memasrah diri pada kondisi, sementara waktu terus berjalan
Maka pula,
meski belum juga sanggup terucap,
satu kata itu sudah kupersiapkan untukmu,
bantulah aku..
bukankah pada akhirnya kita lebih baik berdamai dengan diri sendiri
dan masa lalu
bukankah pada akhirnya kita harus berbesar hati
mengukuh harap semua rangkaian kisah itu berakhir damai
dan penuh ketenangan
Jakarta, 19 November 2010
Tak terkira mampu kita ulang lagi dalam semalam
Dengan plot yang sedikit berbeda
Kali ini harus kita akui penuh dengan andai
Menimbang rasa dan dosa dalam setiap satu alenia
Masih sedramatis rentetan derita yang berceceran
di jalan-jalan sempit yang terasing
juga lebar luka yang menganga
dan hingga kini belum juga kering..
Tapi,
lapangkanlah hatimu karena di hatiku ada janji
yang kubesut sejak enam tahun lalu
harus berani mengambil langkah
mengalahkan diri sendiri
demi tentramku dan tentrammu
ending kisah dalam rilis ulang semalam ini
harus bisa kita ubah.. semampu jiwa menginginkan kejernihan dan ketulusan
mengadaptasi lakon dalam jatah durasi yang tersisa
Maka, tidak boleh ada yang menyerah
Memasrah diri pada kondisi, sementara waktu terus berjalan
Maka pula,
meski belum juga sanggup terucap,
satu kata itu sudah kupersiapkan untukmu,
bantulah aku..
bukankah pada akhirnya kita lebih baik berdamai dengan diri sendiri
dan masa lalu
bukankah pada akhirnya kita harus berbesar hati
mengukuh harap semua rangkaian kisah itu berakhir damai
dan penuh ketenangan
Jakarta, 19 November 2010
Friday, November 05, 2010
Terserah
Jelmakan aku dalam impianmu,
jelmalah kau dalam impianku
hanya di situlah kita bisa satu
adapun selain itu..
dengan alasan rasa takbisa dipaksa
jadilah kau wanita terburuk terbusuk
memainkan peran dengan senyuman
yang menusuk..
genggaman tanganmu
penuh duri yang menusuk..
menusuk..
jadilah kau apa saja kaumau
aku tidak akan mengutuk
aku tidak akan mengamuk
semua telah berada dalam satu
terserah..
28-10-2010
jelmalah kau dalam impianku
hanya di situlah kita bisa satu
adapun selain itu..
dengan alasan rasa takbisa dipaksa
jadilah kau wanita terburuk terbusuk
memainkan peran dengan senyuman
yang menusuk..
genggaman tanganmu
penuh duri yang menusuk..
menusuk..
jadilah kau apa saja kaumau
aku tidak akan mengutuk
aku tidak akan mengamuk
semua telah berada dalam satu
terserah..
28-10-2010
Thursday, August 19, 2010
Aku Indonesia
Apa guna sejengkal tanah
kini semua digenggam durjana
dan kau tak lagi pinggiran
semua sirna tersisihkan
apa guna, kau Indonesia!
merdeka tak merdeka sama
jadi negri miskin papa
terasing di tanah pijakan sendiri
kecuali durjana
Mau kau, Indonesia durjana!
air mengalir penuh comberan
menjerit pilu minamata
kabut tebal perihkan mata
agar bajingan lahap memangsa
Jadilah kau, Indonesia!
tumpah darah tumpah
negeri air mata dan kekerasan.
gerak sunyi di etalase
menyisakan deru
dan sisa-sisa debu
setelah kau hujamkan kata-kata
kepadaku
Dengar baik-baik!
Pelupukku Indonesia
rambutku hingga berubah warna, Indonesia
tulang belulangku hingga rontok, Indonesia
daging dan kulitku sampai keriput, Indonesia
Dengar baik-baik,
sekali lagi!
Indonesiaku Indonesia
Pertiwiku pertiwi
meski terbaring koma
Tak kusesal menjadi Republik
bersama pertiwi mengenang darah dan air mata
manusia-manusia merdeka
meski hutan tak lagi hijau
walau sungai mengering lumpur
Aku Indonesia
meski burung tak lagi bernyanyi
di pangkuan rimba, terlahir jiwa
tanah medeka
Aku Indonesia
Tak kusesal menjadi Indonesia
Darahku merah darah pertiwi
jiwaku putih jiwa merdeka
'kan kutebus nyawa seribu nyawa
siapa lancang membuyarkan
mimpi pertiwi
manusia merdeka
Cairo, 9 Agustus 2005
Subscribe to:
Posts (Atom)