Enam ramadhan empat tahun lalu
Kau persembahkan sekuntum bunga
berbungkus plastik terikat pita merah muda
Empat tahun lalu
Kau harap hadirku di sisi
memeluk segala angan di hati
menadah tangan meminta-minta
mendesah lirih menahan nafas
Jawabnya tergantung di langit biru
Menanti angin bertiup menghapus..
Memburu awan mengumpul
Inginkan mentari meredup
Buangkan..
Sirnakan segala kesilauan
Kenapa..?
Ternyata masih misteri
berkalut harapan
Angin timur bertiup
Mengusir awan putih mulai menghitam
Cahaya mentari meredup
Menangis sedih di tepi barat
Merah darah.. air matanya
Mengalir deras.. habis di kegelapan
Sebagaimana pula kau harapkan
Jawab itu tinggal jawab
bergantung rapi tak terbaca
Sungguh.. hati ku pun enggan meraba
Bunga itu.. terlalu cantik
Terlalu indah..
Mekar abadi Tak kan layu..
tapi..
..Palsu
Baca selengkapnya..
No comments:
Post a Comment