Sepoi-sepoi angin tenggara
Tak ku duga dipanas siang itu
Sayup bisikkan sembilu
Iringkan gemersik daun-daun pepohonan
Sendu.. Sedih.. Pilu.. tiba menyatu
Air mata dipelupukku kebingungan
Kanan kiri sisi dipan kudekap resah
Coba tenangkan.. hati yang membeku
Sejak pasrahkan kepergianmu
Ku belai dinding kamar kasar
Cari jawaban.. mesti terjadi.. mengapa..?
Mungkinkah..?
Lesu.. Lusuh.. Lunglai.. tak bernyawa
Buat apa ku tanya senja
Binar mata kabur.. rangkulkan kabut putih
Tak kuasa.. kuperas.. alirkah arah
Atau titik satu-satu jelma mutiara
Bolehlah ufuk bermuram durja
Lembayung berarak di tangga darah
Sampaikan luka di singgasana malam
Gelap.. Pekat.. Sinar kepalsuan
Bersama segala pengkhianatan itu
8 Desember 1999
Main Link
No comments:
Post a Comment