Thursday, August 19, 2010

Aku Indonesia

     Apa guna sejengkal tanah
     kini semua digenggam durjana
     dan kau tak lagi pinggiran
     semua sirna tersisihkan

          apa guna, kau Indonesia!
          merdeka tak merdeka sama
          jadi negri miskin papa
          terasing di tanah pijakan sendiri
          kecuali durjana

          Mau kau, Indonesia durjana!
          air mengalir penuh comberan
          menjerit pilu minamata
          kabut tebal perihkan mata
          agar bajingan lahap memangsa

          Jadilah kau, Indonesia!
          tumpah darah tumpah
          negeri air mata dan kekerasan.

     gerak sunyi di etalase
     menyisakan deru
     dan sisa-sisa debu
     setelah kau hujamkan kata-kata
     kepadaku

Dengar baik-baik!
Pelupukku Indonesia
rambutku hingga berubah warna, Indonesia
tulang belulangku hingga rontok, Indonesia
daging dan kulitku sampai keriput, Indonesia

Dengar baik-baik,
sekali lagi!
Indonesiaku Indonesia
Pertiwiku pertiwi
meski terbaring koma

Tak kusesal menjadi Republik
bersama pertiwi mengenang darah dan air mata
manusia-manusia merdeka
meski hutan tak lagi hijau
walau sungai mengering lumpur
Aku Indonesia

meski burung tak lagi bernyanyi
di pangkuan rimba, terlahir jiwa
tanah medeka
Aku Indonesia

Tak kusesal menjadi Indonesia
Darahku merah darah pertiwi
jiwaku putih jiwa merdeka
'kan kutebus nyawa seribu nyawa
siapa lancang membuyarkan
mimpi pertiwi
manusia merdeka


Cairo, 9 Agustus 2005

No comments: