Apa guna sejengkal tanah
kini semua digenggam durjana
dan kau tak lagi pinggiran
semua sirna tersisihkan
apa guna, kau Indonesia!
merdeka tak merdeka sama
jadi negri miskin papa
terasing di tanah pijakan sendiri
kecuali durjana
Mau kau, Indonesia durjana!
air mengalir penuh comberan
menjerit pilu minamata
kabut tebal perihkan mata
agar bajingan lahap memangsa
Jadilah kau, Indonesia!
tumpah darah tumpah
negeri air mata dan kekerasan.
gerak sunyi di etalase
menyisakan deru
dan sisa-sisa debu
setelah kau hujamkan kata-kata
kepadaku
Dengar baik-baik!
Pelupukku Indonesia
rambutku hingga berubah warna, Indonesia
tulang belulangku hingga rontok, Indonesia
daging dan kulitku sampai keriput, Indonesia
Dengar baik-baik,
sekali lagi!
Indonesiaku Indonesia
Pertiwiku pertiwi
meski terbaring koma
Tak kusesal menjadi Republik
bersama pertiwi mengenang darah dan air mata
manusia-manusia merdeka
meski hutan tak lagi hijau
walau sungai mengering lumpur
Aku Indonesia
meski burung tak lagi bernyanyi
di pangkuan rimba, terlahir jiwa
tanah medeka
Aku Indonesia
Tak kusesal menjadi Indonesia
Darahku merah darah pertiwi
jiwaku putih jiwa merdeka
'kan kutebus nyawa seribu nyawa
siapa lancang membuyarkan
mimpi pertiwi
manusia merdeka
Cairo, 9 Agustus 2005
Thursday, August 19, 2010
Aku Indonesia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment