Berkali-kali kuulangi sepanjang hari
Kok terus saja Tuan bertanya
Masih bisakah turun harga?
Menelisik modal pula
Apakah Tuan ingin membeli?
Atau.. sebenarnya
Tuan berencana buka usaha?
Kalau begitu,
Coba tanyakan langsung kepada menteri
Jawabannya pasti
Ada SK dan instruksi, hingga inspeksi
Hmmm.. Jangan-jangan..
Tuan juga ingin tahu berapa harga lapak
Uang parkir, uang keamanan
Restribusi dan uang preman
Dan entah apa lagi yang Tuan hendak tanyakan?
Cancutku sepuluh ribu tiga
Bebas pilah-pilih warna
Mau yang polos maupun belang
Pakai renda atau motif bendera
Semua ada..
Kalau malu memungut, tinggal bilang
Toh..!
Hampir semuanya barang baru
Kecuali sebagian..
Mungkin ada barang bekas
Tapi tetap berkualitas
Jaminan mutu!
Takperlu malu buat bingkisan
Prioritas pun produk dalam negri, tentu!
Kecuali sebagian..
Mungkin ada barang impor Tuan temukan
Pun semata-mata kebetulan..
Barang jatuh dari jemuran
Cancutku murah kan, Tuan?
Hanya dengan tiga puluh ribu
Sudah cukup untuk seminggu
Setiap hari berganti satu
Sekalipun nanti ada yang hilang
Karena si 'piktor' lagi 'syaraf'
Masih ada dua serap
Cancutku sepuluh ribu tiga
Awalnya, hanya sekardus.. sekarung goni
Kubawa keliling sepanjang hari
Tahukah Tuan?
Kini, cancutku resmi telah menjadi
pembuka lapangan kerja
Cancutku sepuluh ribu tiga
Kuhampar di lapak seharga berjuta-juta
Tapi kupilih yang lebih sempit, hemat biaya
untuk mengatasi kekurangan ruang
Banyak cancut kugantung rapi
Bertingkat-tingkat..
Saling silang tali-temali
Warna-warni..
Takkalah semarak dengan bendera
Pada saat dirgahayu RI
Hmmm..
Pikir coba dipikir..
Mengertikah Tuan?
Cancutkulah pengentas kemiskinan
Mestinya, bisa masuk proyek pengadaan
Apakah mau bekerja sama?
Tuan dapat ambil peran
pengajuan proposal dan daftar lelang
Soal pajak? Pasti lebih gampang
Bukankah urusan sudah dipermudah
Di bawah satu atap..
Di depan satu meja..
...........
...........
...........
Pamulang, 28 Februari 2011